Home »
Posts filed under Peristiwa
Seorang pria yang kelaparan di Korea Utara dieksekusi setelah membunuh kedua anaknya untuk dimasak. Sebuah "kelaparan tersembunyi" di provinsi pertanian Hwanghae diyakini telah menewaskan 10 ribu orang dan menimbulkan kekhawatiran meningkatnya insiden kanibalisme.
"Di desa saya pada bulan Mei seorang pria yang membunuh sendiri dua anaknya dan mencoba untuk memakannya. Dia akhirnya dieksekusi oleh regu tembak," ujar seorang warga pada wartawan Asia Press yang menyamar.
Ia menyatakan sang ayah membunuh putri sulungnya saat istrinya sedang pergi dan kemudian membunuh anaknya yang lain karena menyaksikan pembunuhan itu. Ketika istrinya kembali, pria tersebut mengatakan mereka memiliki stok "daging" yang mencukupi. Namun, sang istri menjadi curiga dan menghubungi polisi setelah menemukan bagian dari tubuh anak-anaknya.
Sumber : pulsk.com (Jasper Kusnadi)
baca selengkapnya »»
Tragedi gempa dan tsunami Jepang bulan Maret 2011 lalu menyisahkan sebuah kisah mengharukan. Kisah nyata ini berawal ketika saat gempa mereda, tim penyelamat mencari reruntuhan rumah dan bangunan untuk mencari para korban yang tewas atau mungkin yang masih hidup.
Saat tim penyelamat sibuk memberi pertolongan, mereka menemukan sebuah reruntuhan rumah milik seorang wanita muda. Dari sebuah celah-celah sempit, mereka melihat tubuh kaku seorang wanita. Pose tubuh itu tampak seperti bersujud dengan berlutut, tubuhnya telungkup dan kedua tangannya seperti melindungi sesuatu.
Di sekitar wanita itu terlihat tumpukan reruntuhan rumah dan menimpa punggung dan kepalanya. Tim penyelamat berusaha menjangkau tubuh wanita tersebut dari celah-celah sempit. Ketika diraih, tubuh itu terasa dingin dan kaku menandakan wanita itu telah meninggal dunia. Dengan keadaan itu tim penyelamat meninggalkan tempat itu dan pergi untuk mencari korban lainnya.
Namun entah bagaimana, pimpinan tim penyelamat seperti terdorong dan merasakan sebuah kekuatan untuk kembali ke rumah wanita malang itu. Mereka bertanya dalam hati kenapa tubuhnya berlutut seperti orang bersujud dan ada ruang kecil di bawah mayat wanita tersebut. Seorang tim penyelamat berusaha melihat ruang kecil itu. Tiba-tiba ia berteriak. “Anak! Ada seorang anak!” Seluruh tim langsung bekerja keras untuk meraih sang anak dan menyingkirkan segala tumpukan benda-benda yang ada di sekitar mayat wanita itu.
Setelah mayat bisa diraih, mereka menemukan seorang anak laki-laki berusia 3 bulan terbungkus dalam selimut bermotif bunga tepat di bawah tubuh ibunya. Ternyata wanita itu telah melakukan pengorbanan terbesar untuk menyelamatkan sang anak. Ketika gempa datang dan rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi dan membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak kecil itu masih tertidur pulas ketika ia diselamatkan.
Dokter medis segera datang dan memeriksa sang anak. Ia masih hidup tanpa ada luka sedikit pun. Ketika dokter membuka selimut yang menutupi sang bayi, ia menemukan sebuah ponsel. Ternyata dalam layar ponsel itu ada sebuah pesan teks. Pesan itu mungkin ditulis sang ibu saat-saat musibah itu datang dan ditujukan hanya kepada anaknya. Isi pesan itu, ” If you can survive, you must remember that I love you.” Pesan itu telah tersebar ke setiap orang di Jepang dan setiap yang membaca sangat terharu dan menangis.
Sekali lagi, ” If you can survive, you must remember that I love you.” Sebuah pesan singkat seorang ibu yang membiarkan punggung dan kepalanya dihantam oleh reruntuhan rumah demi menyelamatkan anak yang sangat dicintainya.
baca selengkapnya »»
Melihat tingginya semangat anak muda jaman sekarang yang berani bertidak dan melakukan hal-hal baru, Reinhard, yang bernama lengkap Reinhard Aris Umbu Bala, terinspirasi untuk membuat karya berjudul “Out of The Limit, to a Better Place”. Mahasiswa berusia 25 tahun yang berasal dari kota Kupang ini mengaku sangat suka menggambar, namun terkadang wadah yang tersedia baginya untuk berkreasi sangat terbatas, khususnya di kota asalnya tersebut.
“Melalui karya ini, saya ingin mengajak seluruh masyarakat lebih berani mengeksplorasi hal-hal baru tanpa mengkhawatirkan berbagai keterbatasan yang ada. Selain itu saya juga ingin menginspirasi anak muda yang ada di indonesia, khususnya di kota Kupang, karena kesenianstreet art seperti ini sangat jarang ditemukan disana,” jelas Reinhard.
“Karya ini merupakan karya yang simple tapi unik. Teknik perspektif yang digunakan membuat seolah-olah mereka memang mencoba keluar dari gedung itu. Keren dan unik banget,” jelas Darbotz, seniman visual Indonesia yang juga merupakan salah satu juri dari kontes ini.
“Selama hampir tiga bulan, kami telah berhasil mengajak masyarakat pecinta seni untuk berkreasi dan sembilan dari ribuan peserta tersebut telah berhasil menyumbangkan karya-karya hebat yang bisa menginspirasi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Melihat semua karya yang masuk, kami merasa seni street art di negeri ini akan berkembang secara positif dengan pelopor-pelopor seni yang terus menunjukan kreatifitas dan kebebasan pikiran mereka,” jelas Krishna Zulkarnain, Country Marketing Manager Google Indonesia.
Proses pembuatan karya berjudul “Out of The Limit, to a Better Place” ini bisa dilihat di sini:
https://plus.google.com/117883426796115291567/posts/iZS65iLaHs7
Openspaces.co.id telah menampilkan desain pertama dari seniman visual Indonesia Darbotz, sebagai desain dinding pertama yang dibuat melalui Chrome Open Spaces yang terletak di Jl.Panglima Polim sebagai tembok nomor satu. Untuk dinding yang tersisa, karya seni yang terkumpul akan diserahkan dan dinilai oleh para pengguna dan pengunjung situs, dan juga dinilai oleh Darbotz, kurator Farah Wardhani dan sosok kreatif David "Naif" Bayu untuk menemukan seniman-seniman visual terbaik Indonesia.
Adapun karya-karya yang telah berhasil memenangkan kontes ini adalah karya dari Adi Setiawan di Metro Futsal Pondok Indah, Kristoforus Marvino di Kiara Condong Bandung, Woof Jakarta di Flyover Roxi, Ricky Janitras di Kemang, Omen Jangkung di Dago Bandung, Rachel Dewi diSalemba dan Henry Foundation di Panglima Polim, dan Heri Hito di Jalan Ibrahim Adjie Bandung.
Proses pembuatan karya-karya yang telah berhasil dilukis di sejumlah tembok di Jakarta dan Bandung dapat dilihat di akun G+ Google Indonesia di alamat website: https://plus.google.com/+GoogleIndonesia/posts
sumber: yahoo.com
baca selengkapnya »»
Kelompok pembela hak hewan di China menyelamatkan sekitar 600 kucing yang akan dibawa ke sebuah restoran di China selatan. Hal ini terkuak setelah terjadi kecelakaan truk yang ternyata berisi kucing-kucing berjejalan dalam sebuah kandang kayu tak layak.
Sukarelawan Small Animal Protection Association mengangkut kucing-kucing tersebut dari truk pada hari Senin (14/01/2013) setelah kecelakaan yang terjadi di pusat kota Changsha. Sekitar 100 diantaranya sudah terlanjur mati.
“Banyak dari kucing tersebut yang bertubuh gemuk, telah kabur atau mati setelah ditelantarkan dalam cuaca yang dingin selama lebih dari 24 jam. Kucing-kucing ini diangkut dengan tujuan untuk dihidangkan di China Selatan,” kata Xu Chenxin kepada AFP (20/01/2013).
Dengan melihat kondisi para kucing ini terungkap jelas bahwa mereka hanya diangkut untuk dimakan. Kandang kayu yang sempit dan kecil mencerminkan sang pemilik tidak terlalu peduli kucing-kucing ini hidup atau tidak.
“Saat saya tiba, truk diisi dengan 50 kandang. Kucing-kucing ini telah melakukan perjalanan selama beberapa hari, tanpa makanan dan minuman dan baunya sangat mengerikan,” tutur Xu.
Kucing-kucing ini dikatakan dalam perjalanan menuju restoran di Guangdong, sebuah provinsi di China selatan. Kelompok relawan akhirnya bernegosiasi dengan satu pengemudi truk untuk membeli para kucing tersebut dengan harga sekitar Rp 15.4 juta dan saat ini sedang menunggu waktu untuk diadopsi.
Kucing tidak lazim dikonsumsi di kebanyakan wilayah China. Namun, khusus untuk restoran bagian selatan China tetap disajikan kucing sebagai makanan. Negara China tidak mempunyai hukum untuk melindungi binatang yang tidak terancam kepunahannya.
sumber : pulsk.com
baca selengkapnya »»
;
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact